Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik LKPD SD SMP SMA

Pengembangan lembar kerja siswa (LKPD) Pada kurikulum 2013 semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ada dua proses pembelajaran yang berlangsung yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. 

Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik LKPD SD SMP SMA

Proses pembelajaran langsung adalah proses peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berfikir, dan keterampilan psikomotorik dengan pendekatan saintifik (Trianto, 2007). Sejalan dengan pemikiran tersebut.

Pembelajaran sains merupakan sesuatu yang harus “dilakukan” oleh peserta didik bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa sebagaimana yang dikemukakan National Research Council (1996: 20) bahwa “Learning Science is an active process. Learning science is something student to do, not something that is done to them”. 

Sedangkan proses pembelajaran tidak langsung adalah proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap. Dari fakta tersebut nampak bahwa peserta didik dituntut aktif dan dan mengoptimalkan kecerdasan maupun bakat yang dimiliki. 

Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pemahaman dan kemampuan berfikir peserta didik dengan pembuatan media pembelajaran berupa LKPD.

Pengertian LKPD merupakan kumpulan dari lembaran yang berisikan kegiatan peserta didik yang memungkinkan peserta didik melakukan aktivitas nyata dengan objek dan persoalan yang dipelajari. LKPD berfungsi sebagai panduan belajar peserta didik dan juga memudahkan peserta didik dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar. 

LKPD juga dapat didefenisikan sebagai bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik, yang mengacu pada kompetensi dasar yang dicapai (Andi Prastowo, 2011: 204). Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teori dan atau praktik.

Kriteria Penyusunan dan Penulisan LKPD. Berikut ini merupakan kriteria penyusunan dan penulisan LKPD yang dapat dikembangkan oleh guru secara mandiri dalam pembelajaran disekolah.

1. Tujuan penyusunan LKPD
Tujuan penyusunan LKPD untuk pembelajaran adalah sebagi berikut:
a. Memperkuat dan menunjang tujuan pembelajaran dan ketercapaian indikator serta kompetensi dasar dan kompetensi inti yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
b. Membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Bahan
Bahan ajar yang digunakan untuk membantu guru dalam mempermudah proses pembelajaran harus sesui dengan kriteria sebagai berikut:
a. Tersusun logis dan sistematis. Penyusunan bahan perlu menyeleksi konsep yang akan dibelajarkan dan urutan rantai kognitifnya harus diperhatikan.
b. Sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangan peserta didik. Dalam hal ini peserta didik SMP berada dalam tahap perkembangan kognitif peralihan antara operasional konkrit ke operasional formal, sehingga mereka masih mudah untuk berfikir konkrit dan sudah mulai dapat diajak berfikir abstrak.
c. Bahan ajar dapat merangsangdan memotivasi keingintahuan peserta didik.
d. Bahan ajar mitahir dan memiliki kontekstualitas yang tinggi.

3. Metode
Metode dalam menyusun LKPD adalah sebagai berikut:
a. Memperkaya kegiatan di dalam kelas, contohnya dapat berupa kegiatan diluar kelas atau kegiatan laboratorium.
b. Memotivasi peserta didik.
c. Mengembangkan keterampilan proses peserta didik.
d. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah.
e. Menanamkan sikap ilmiah melalui proses pembelajaran.

4. Pertimbangan dilihat dari kepentingan peserta didik
Pertimbangan dalam menyusun LKPD dilihat dari kepentingan peserta didik, yaitu sebagai berikut:
a. Menarik minat peserta didik.
b. Atraktif dan impulsif.
c. Menambah keyakinan dan rasa “berhasil” bagi peserta didik.
d. Memotivasi peserta didik untuk mengetahui lebih lanjut.
e. Pemilihan kosa kata dan istilah sains yang sesuai dengan tingkat
perkembangan dan usia peserta didik.

5. Prinsip penggunaan LKPD
Adapun prinsip penggunaan LKPD adalah sebagai berikut:
a. Penggunaan LKPD bukan untuk menggantikan tanggung jawab guru dalam pembelajaran, melainkan sebagai sarana untuk mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran.
b. Penggunaan LKPD sebaiknya dapat menumbuhkan minat peserta didik terhadap pembelajaran IPA melalui diskusi dan pelaksanaan langkah kerja.
c. Guru sebaiknya memiliki kesiapan dalam pengelolaan kelas. 

Langkah-langkah Penulisan LKPD
Berikut ini merupakan langkah-langkah penulisan LKPD yang dapat dikembangkan oleh guru secara mandiri dalam pembelajaran di sekolah.

1. Melakukan analisis kurikulum; KI, KD, indikator dan materi pembelajaran.
2. Menyusun peta kebutuhan LKPD.
3. Menentukan judul LKPD.
4. Menulis LKPD.
5. Menentukan alat penilaian.

Struktur LKPD Secara Umum. Berikut ini merupakan struktur LKPD secara umum yaitu:
1. Judul kegiatan, Tema, Sub Tema, Kelas, dan Semester, berisi topik kegiatan sesuai dengan KD dan identitas kelas. Untuk LKPD dengan pendekatan inkuiri maka judul dapat berupa rumusan masalah.
2. Tujuan, tujuan belajar sesuai dengan KD.
3. Alat dan bahan, jika kegiatan belajar memerlukan alat dan bahan, maka dituliskan alat dan bahan yang diperlukan.
4. Prosedur Kerja, berisi petunjuk kerja untuk peserta didik yang berfungsi mempermudah peserta didik melakukan kegiatan belajar.
5. Tabel Data, berisi tabel di mana peserta didik dapat mencatat hasil pengamatan atau pengukuran. Untuk kegiatan yang tidak memerlukan data bisa diganti dengan tabel/kotak kosong yang dapat digunakan peserta didik untuk menulis, menggambar atau berhitung.
6. Bahan diskusi, berisi pertanyaan-pertanyaan yang menuntun peserta didik melakukan analisis data dan melakukan konseptualisasi.

Evaluasi LKPD
Berikut ini merupakan evaluasi LKPD secara umum yaitu:
1. Pengetahuan.
2. Keterampilan.
3. Sikap.
4. Produk/benda kerja sesuai kriteria standar.
5. Batasan waktu yang telah ditetapkan.
6. Kunci jawaban/penyelesaian.

close