Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Guru Honorer Bansos Hingga Subsidi Pekerja Pun Tak Dapat

Bukan menjadi suatu rahasia lagi bahwa nasib guru honorer di Indonesia mengalami masa sulit bahkan sebelum terjadi pandemi virus corona atau COVID-19. Sebagian guru honorer tentu ada yang mendapatkan gaji separuh atau tidak mendapatkan gaji yang hanya ratusan ribu perbulan karena mengajar dibeberapa sekolah swasta yang terancam berhenti.



Bukan hanya itu saja mereka yang mendapatkan gaji penuh pun terkadang harus di rapel untuk beberapa bulan sehingga untuk tetap menyambung hidup harus meminjam kesana kemari agar dapur tetap ngebul.

Logikanya bagaimana bisa mengajar jika seorang guru honorer setiap hari memikirkan apakah bisa makan atau tidak belum lagi di masa pandemi ini dimana sebagian pembelajaran menggunakan PJJ meski Kemendikbud sudah memberikan kebijkan akan memberikan kuota hingga akhir tahun untuk mendukung PJJ.

Guru Honorer hanya ingin kebutuhan dasar mereka terpenuhi dan mendapatkan kesejahteraan yang layak karena sangat berbeda jauh dengan ASN padahal tugas guru adalah sama. Tapi meski begitu mereka tetap melakukan tugas mengajar dan mendidik dengan segala keterbatasan yang ada.

Memang saat ini faktanya berbagai persatuan guru hononer baik dari PGHI, FHPTK, AGPAII dan Persatuan guru honorer lainnya terus memperjuangkan  hak dan tuntutan agra bisa sejahtera salah satunya gaji minimal setara UMK. Bahkan dimasa pandemi ini pun terus memperjuangkan agar para guru honorer juga mendapatkan Bansos dan subsidi dari pekerja gaji di bawah 5 juta.

Segala usaha baik secara lisan dan tertulis sudah dilakukan baik dari tingkat daerah sampai menuju Istana. Guru honorer akan terus mengawal dan memantau demi memperjuangkan hak dan tuntutan mereka yang sudah dilakukan bertahun-tahun.


close